Blogger templates

Rabu, 26 Desember 2012

Mengembangkan Semangat Wirausaha

A. Pengertian semangat berwirausaha
Menurut para ahli :
a. Alex S. Niti Semito
Semangat kerja adalah melakukan pekerjaan secara lebih giat sehingga dengan demikian pekerjaan akan dapat diharapkan lebih cepat dan lebih baik.
b. Alexander Leighten
Semangat kerja adalah sekelompok orang untuk bekerja sama  dengan giat dan konsekuen dalam mengejar tujuan bersama.
c. Bedjo Siswanto
Semangat kerja adalah suatu kondisi rohaniah atau perilaku individu tenaga kerja dan kelompok-kelompok yang menimbulkan kesenangan yang mendalam pada diri tenaga kerja untuk bekerja dengan giat dan konsekuen dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan oleh perusahaan.
Kesimpulannya : Semangat kerja adalah suatu sikap kejiwaan yang dimiliki oleh wirausaha untuk bekerja lebih giat dengan mencurahkan segala kemampuan yang dimiliki sehingga dapat menjalankan dan mencapai tujuan usaha secara optimal. Semangat kerja erat kaitannya dengan kegairahan kerja. Kegairahan kerja adalah kesenangan yang mendalam terhadap pekerjaan sehingga wirausaha yang bekerja dengan dilandasi semangat dan kegairahan kerja tidak cepat lelah dalam bekerja.

B. Pentingnya semangat wirausaha
§       Semangat kerja sangat penting bagi para wirausaha, karena dengan dilandasi oleh
semangat kerja dalam menjalankan usahanya akan diperoleh beberapa kebaikan yaitu :
1. Pekerjaan lebih cepat diselesaikan
2. Kerusakan dapat dikurangi
3. Absen dan perpindahan karyawan dapat diperkecil
4. Tercapai efisiensi kerja
5. Tercapai produktivitas kerja yang tinggi
6. Lebih cepat mencapai kemajuan usaha
§       Semangat merupakan factor yang sangat penting bagi keberhasilan seseorang dalam kegiatan berwirausaha. Ciri orang yang bersemangat yang menonjol adalah :
a. Tidak mengenal lelah
b. Pantang menyerah
c. Rela berkorban
d. Mencurahkan perhatian penuh
e. Bersedia mengeluarkan potensi yang dimiliki2

C. Faktor yang mempengaruhi semangat wirausaha
Ada 2 faktor yang mempengaruhi semangat wirausaha yaitu:
1. Faktor Internal :
Dorongan dalam dirinya dan bersumber dari kebutuhan: kebutuhan bertahan hidup, kebutuhan bersosialisasi ,kebutuhan spiritual ,harga diri dan aktualisasi
2. Faktor eksternal :
Dorongan dari orang lain seperti teman, istri/suami/keluarga, tetangga,masyarakat dan Negara.
Banyak orang yang tertarik kewirausahaan karena adanya imbalan yang menarik. Imbalan dikategorikan ada 3 yaitu :
1. Laba
Motivasi yang paling kuat karena salah satu cara untuk mempertahankan nilai
perusahaan.
2. Kebebasan
Orang ingin bebas dari pengawasan dan aturan birokrasi / organisasi.
3. Kepuasan menjalani hidup
Untuk merefleksikan pemenuhan kerja pribadi

D. Faktor – faktor yang menghambat dalam dunia bisnis yaitu :
1. Kurang pengalaman usaha
2. Tidak tepat atau tidak cocok dalam memilih jenis usaha
3. Tidak adanya perencanaan usaha yang tepat
4. Modal yang tidak memadai
5. Tidak punya mitra usaha pada bidang yang digelutinya
6. Tidak ada dukungan dari pemerintah
7. Tidak punya keahlian dalam berwirausaha
8. Tidak punya semangat dan tidak percaya pada kemampuan diri sendiri.
Untuk mengatasi faktor  – faktor yang menghambat dalam bisnis maka diperlukan sikap pantang menyerah yaitu sikap yang tidak mengenal lelah dalam bekerja untuk mencapai kesuksesan walaupun banyak rintangan yang akan dihadapi.

E. Kreatifitas, Inovasi dan Motifasi
Dalam menghadapi era globalisasi harus ada kreatifitas,inovasi dan motivasi dalam menjalankan tugas. Apalagi dalam dunia bisnis tidak dapat mengabaikan pesaing asing,tehnologi,bahan,material dan cara – cara baru dalam organisasi dan pemasaran. Contoh persaingan yang dialami perusahaan Indonesia di era globalisasi yaitu :
1. Dalam bisnis eceran
Dengan masuknya para pengecer global seperti Metro, Makro, Carefour, Indogrosir bukan hanya Matahari dan Hero saja yang mengalami persaingan global tetapi toko – toko kecil yang mengalami persaingan tersebut.
2. Dalam bisnis rumah makan siap saji
Rumah makan lokal seperti ayam goreng Ny. Suharti dan Mbok Berek harus
berhadapan dengan pemain global yang mengembangkan waralaba di Indonesia seperti Mc. Donald, Kentucky Fried Chiken ( KFC ), Wendy dll
Kesempatan bisnis muncul bagi mereka yang mampu menghasilkan produk yang diinginkan oleh konsumen. Bila sebuah perusahaan dapat membuat barang dan jasa yang menarik disertai dengan pelayanan yang bagus maka biasanya akan dapat diterima oleh konsumen.
Menurut Mickael Porter dalam bukunya Competitive Advantage ada 5 kekuatan yang menentukan dasar dan tehnik kompetisi dalam sebuah bisnis / industri yaitu :
1. Kekuatan menawar pembeli
2. Ancaman penggantian barang / jasa
3. Kekuatan menawar penjual
4. Persaingan yang diantara para pesaing
5. Ancaman pesaing baru.
Dalam menghadapi persaingan yang ada dan agar produk dapat diterima konsumen maka seorang wirausahawan diharuskan mempunyai strategi yang jitu. Strategi tersebut antra lain :
1. Inovasi
Adalah melakukan perubahan  – perubahan untuk menghasilkan barang/jasa yang baru.Ada beberapa hal yang dijadikan dasar untuk meningkatkan kemampuan inovatif produk dan pelayanan yaitu :
a. Berorientasi kepada tindakan untuk berinovatif
b. Buat produk dengan penuh inovatif dengan proses secara sederhana dan dapat dipahami serta dikerjakan
c. Mulailah membuat produk yang inovatif yang terkecil
d. Menentukan tujuan dalam berinovatif
e. Menjalankan uji coba dan merevisinya
f. Mulai belajar berinovasi dari pengalaman
g. Mengikuti jadwal yang sudah ditentukan
h. Menghargai karyawan yang memiliki gagasan inovatif
i. Mempunyai keyakinan dan kerja  dengan penuh inovatif dan resiko
Ada beberapa cara melakukan inovasi produk, tehnologi atau pelayanan yaitu :
a) Mengembangkan produk yang sudah ada di perusahaan
b) Menemukan produk yang benar – benar baru
c) Mengembangkan produk yang sudah ada tetapi belum diproduksi perusahaan
Contoh hasil inovasi seperti :
a. Perkembangan berbagai computer dan notebook
b. Perkembangan berbagai telepon genggam
c. Perkembangan berbagai kemasan produk
d. Perkembangan berbagai alat rumah tangga

2. Kreativitas
Adalah pengembangan ide sehingga dapat tercipta sesuatu yang lebih baik dan lebih berguna. Ciri – ciri kreatif menurut :
a. S.C Utami Munandar
~ Memiliki dorongan ingin tahu yang besar.
~ Sering mengajukan pertanyaan yang baik
~ Sering banyak gagasan dan usul terhadap suatu masalah
~ Bebas dalam menyatakan suatu pendapat.
b. Guilfort, berpikir kreatif ada 4 ciri yaitu :
1. Kelancaran/fluency
Yaitu kemampuan untuk menghasilkan banyak gagasan
2. Keluwesan/fleksibelitas
Yaitu kemampuan untuk mengemukakan bermacam  – macam pemecahan /pendekatan pada suatu masalah
3. Keaslian/originalty
Yaitu kemampuan untuk mencetuskan gagasan dengan cara – cara asli
4. Penguraian/elaboration4
Yaitu kemampuan untuk menguraikan sesuatu secara lebih rinci

3. Motivasi
Motivasi berasal dari kata motip yaitu suatu rasa yang bisa menggerakkan seseorang untuk melakukan suatu hal. Apabila dilakukan,motip akan menjadi suatu motivasi yaitu dorongan dari motip seseorang untuk melakukan hal – hal yang diinginkan

F. Efektif dan Efisien
1. Pengertian Efektif dan Efisien
Efektif adalah suatu pekerjaan yang dapat diselesaikan tepat waktu, sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Dengan kata lain, efektif adalah sampai tingkat apakah tujuan itu sudah dicapai dalam arti kualitas dan kuantitas.
Efisien adalah perbandingan yang terbaik antara input dan output, antara daya usaha dan hasil usaha, atau antara pengeluaran dan pendapatan. Dengan kata lain, efisien adalah segala sesuatu yang dikerjakan dengan berdaya guna atau segala sesuatunya dapat siselesaikan dengan tepat, cepat, hemat, dan selamat.
a.Tepat; artinya kena sasaran sesuai dengan yang diinginkannya atau semua yang dicita-citakan tercapai
b.Cepat; artinya tidak menghabiskan waktu yang tidak perlu. Pekerjaannya selesai dengan tepat sebelum waktu yang ditetapkan
c. Hemat; artinya dengan biaya yang sekecil-kecilnya tanpa adanya pemborosan dalam bidang pekerjaan apa pun
d. Selamat; artinya segala sesuatu sampai pada tujuan pekerjaan yang dimaksud, tanpa mengalami hambatan-hambatan, kelemahan-kelemahan, atau kemacetan-kemacetan.
Orang-orang yang berhasil dalam bisnis adalah yang mau bekerja keras, tahan menderita, dan mau berjuang untuk memperbaiki nasibnya. Adapun perencanaan perilaku bekerja efektif dan efisien yaitu sebagai berikut:
a.   Masa inkubasi
b.   Analisis sumber perencanaan
c.   Sasaran jelas, realistis, dan menggairahkan

2.   Pentingnya bekerja efektif dan efisien melalui latihan
Dengan adanya latihan, karyawan akan berkembang lebih cepat dan bekerja lebih efektif dan efisien. Dengan adanya latihan, berarti perusahaan yang bersangkutan akan memperoleh karyawan yang ahli dan terampil dalam melaksanakan pekerjaannya. Dengan adanya latihan, berarti akan menjamin tersedianya tenaga kerja yang mempunyai keahlian khusus, mempunyai keterampilan dan dapat mempergunakan pikirannya secara efektif dan efisien.
Dibawah ini dikemukakan beberapa pendapat para ahli tentang kepentingan dan manfaat latihan.
a.   D. Yoder :
1)   Untuk stabilitas pegawai
2)   Untuk memperbaiki cara bekerja.
b.   D. Latenier : Pegawai lebih berkembang, lebih cekatan, dan lebih baik.
c.   J. Tiffen :
1)   Pegawai akan melaksanakan tugas lebih baik
2)   Cara bekerja lebih baik.
d.   F.W. Taylor :
1)   Memilih karyawan terbaik
2)   Melaksanakan pekerjaan lebih baik.
Latihan dapat dilaksanakan dengan cara sebagai berikut:
a.   Apprentice training
Cara ini dapat dilaksanakan dengan cara mengerjakan semua tuga dengan sebaik-baiknya.
b.   On job training
Cara ini dapat dilaksanakan dengan menetapkan pegawai baru untuk memangku suatu jabatan. Pembinaan efektivitas dan efisiensi kerja kerja ke arah pengaturan secara maksimal, yaitu dengan memberikan latihan kerja yang baik, serta dalam rangka tugasnya untuk perkembangan technical skill dan managerial skill. Untuk pengendalian usaha efektif dan efisien, diperlukan berbagai tindakan dari parawirausahawan, yaitu dengan menentukan standar kerja, menilai prestasi kerja, dan mengendalikannya.

3. Merencanakan proses bekerja efektif dan efisien
Pada umumnya terdapat dua macam kegiatan dalam merencanakan proses kerja efektif dan efisien, yakni sebagai berikut.
a. Kegiatan-kegiatan wirausahawan mencakup keahlian menggunakan waktu, tenaga kerja, dan peralatan kerja.
b.   Kegiatan-kegiatan wirausahawan mencakup aspek-aspek bisnis yang dianggap rutin. Hal ini meliputi menyiapkan laporan keuangan, monitor, merevisi anggaran, mengelola arus produksi, serta memasarkan produk dan jasa.
Adapun proses kerja efektif dan efisien berkaitan dengan bidang-bidang berikut ini :
a.   Keahlian dan Keterampilan
1)   Bidang-bidang keahlian yang dimiliki para wirausahawan
-  Keahlian dalam bidang Teknologi
-  Perkembangan perekonomian
2)   Jenis-jenis keterampilan yang harus dimiliki oleh para wirausahawan
- Tata buku atau akuntansi
-  Mengetik
-  Steno
-  Bahasa Asing
- Pengetahuan asuransi
- Pengetahuan pajak
- Pengetahuan hukum
- Pengetahuan perbankan
- Teknik dan organisasi bisnis
- Impor dan ekspor dalam bisnis.
3)   Jenis-jenis wirausahawan yang mempunyai keahlian khusus :
- wirausahawan sebagai Manajer
wirausahawan sebagai uang
wirausahawan sebagai social engineer
wirausahawan sebagai vak
b. Menggunakan waktu
Kemampuan menggunakan waktu dengan tepat, efektif, efisien, dan menguntungkan, merupakan suatu kewajiban yang harus dilaksanakan oleh wirausawan. Agar parawirausahawan dapat menggunakan waktu dengan efektif dan efisien, ada beberapa pertanyaan yang harus djawabnya.
1)   Sudahkan mengadakan pembagian waktu menurut semestinya?
2)  Apakah pengeluaran-pengeluaran yang dilakukan tepat objek dan tepat waktu?
3)  Digunakan untuk apa waktu-waktu yang akan datang?
4)  Apakah telah menggunakan waktu yang ada?
5)  Apakah telah membuang waktu dengan sia-sia?
6)  Berapa lama waktu digunakan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat?
7)  Bagaimana harus membagi waktu agar bermanfaat?
c. Peranan tenaga
1) Tenaga kerja
Peranan tenaga kerja yang efektif dan efisien, akan semakin besar bagi perusahaan yang menggunakan mesin-mesin, terutama dalam hal ketertiban, keahlian, keterampilan, dan kecakapan.
2) Pembangkit tenaga (power)
Kekurangan tenaga listri dalam perusahaan, mengakibatkan pemakaian mesin-mesin dan produksi menjadi terbatas. Untuk mendapatkan pembangkit tenaga listrik dalam jumlah yang cukup besar, dapat digunakan dua macam cara:
a)  Menggunakan jasa listrik perusahaan listrik negara (PLN)
b)  Mengusahakan sumber pembangkit listrik sendiri.
d. Alat-alat produksi
Para wirausahawan harus dapat menggunakan dan memelihara alat-alat produksi dengan efektif dan efisien. Semua lat produksi yang dimiliki harus dapat berdaya guna secara wajar.


Created By : Zulfakhri Azmi, dari berbagai sumber

0 komentar:

Poskan Komentar